Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts
Saturday, December 31, 2011
Sunday, December 11, 2011
Wajah-wajah sedih anak kecil T.T
iseng-iseng ga ada kerjaan, baca" situs favorit wajibbaca.com, nemu artikel ini... huaaa TOT
COME TO ME!!!!!!! ='(
Ketika mereka menginginkan apa yang mereka tidak mampu
COME TO ME!!!!!!! ='(
Ketika mereka menginginkan apa yang mereka tidak mampu
Anak Palestina menyaksikan detik-detik kematian ibunya…
Wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Kepada Abu Dzar Al-Ghifari
عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.
sumber : (http://wajibbaca.com/dunia/rohani/4384-wajib-baca-expresi-wajah-anak-anak-miskin.html)
Sunday, November 27, 2011
Kisah Cinta dan Waktu (´⌣`ʃƪ)
Tersebutlah disuatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun, suatu ketika datang badai menghempas dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta semakin kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu Ia berdiri ditepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki cinta.
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. " Kekayaan ! Kekayaan ! Tolong aku ! " teriak Cinta. "
" Aduh ! Maaf Cinta !" kata Kekayaan, " Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahu ini."
Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. " Kegembiraan ! Tolong aku !", teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.
Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang. Ia kian panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. " Kecantikan bawalah aku bersamamu !", teriak Cinta.
" Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini, " sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. " Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu, " kata Cinta.
" Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.
Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan meneggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suaru. " Cinta ! Mari cepat naik ke perahuku !"
Cinta menoleh ke arah suaru itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air meneggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saai itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua dipulau itu, siapa sebenarnya lelaki tua tadi.
" Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu. " kata orang itu.
" Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran.
"Sebab, hanya waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu"
Lantas Apa yang dapat kita petik dari kisah diatas?
Bahwa Cinta dan Waktu saling berkaitan yang tidak bisa lepas dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagai contoh untuk memulai sesuatu kita harus menaruh rasa Cinta pada hal yang ingin kita lakukan, seberapa maksimal hasil dari yang kita kerjakan hanya Waktu yang bisa menjawab pertanyaan itu.
With Love

hiks..hikss.. hiks.... (˘̩̩̩^˘̩̩ƪ)
(sumber: http://agunghariyadi37.blogspot.com/2011/02/kisah-cinta-dan-waktu.html)




